Perasaan waktu pertama kali melihatnya menimbulkan keinginan yang tak tertahankan, bahwa tempat seperti ini harus dikunjungi paling tidak sekali, sebelum mati.
Akhirnya keinginan itu terkabul, sekitar 2 atau 3 minggu kemudian rombongan terdiri dari tiga orang berangkat meninggalkan Berlin. Dengan menggunakan Wochenendeticket seharga 35 DM per dua orang dan membawa sepeda, sampailah kita ke Dresden, dan langsung meneruskan perjalanan dengan S Bahn ke kota yang dekat dengan lokasi kemping.
Turun dari kereta kita pergi dulu ke Informasi Tour untuk menanyakan
tentang lokasi kemping di daerah itu, juga si Hari sempat membeli Wanderkarte
(peta jelajah). Keluar dari stasiun dan berbelanja di Pennymarkt (salah
satu jenis supermarket di Jerman, untung juga ada supermarket di kota kecil
kaya gini), bersepeda kita langsung menuju tempat kemping, setelah
nyasar dulu sekali masuk ke rumah orang.
Ternyata tempat kempingnya tidak sebagus yang diperkirakan, tapi karena kita diterima dengan senang hari oleh pengurus tempat kemping, lebih-lebih diterima pake bahasa inggris (dikira kita wisatawan asing mungkin), dan dijawab dengan lancar pake bahasa Jerman oleh Hari, tapi tempatnya masih sangat lumayan, terletak di tepi sungai Elb, dengan fasilitas sanitar yang termasuk sangat bagus, dan harga yang terjangkau (kita bertiga habis sekitar 25 DM termasuk tenda selama semalam). Zelt (tenda) didirikan dengan sangat cepat oleh Hari dan Anus (aku selesai pipis tenda sudah hampir jadi) .
Dengan cepat dan penuh semangat kita makan siang secara sederhana, penuh
dengan pikiran seperti apa tempat yang sebentar lagi kita kunjungi.
Demikianlah persiapan perjalanan gila setelah ini.
Episode berikutnya The Length of One Day (Dresden2)